Mantilla

Tradisi pemakaian kerudung misa (Mantilla) bagi seorang wanita saat perayaan ekaristi sudah ada sejak jaman Rasul Paulus. Namun sepertinya tradisi itu mulai hilang terkikis oleh zaman yang modern ini. Rasul Paulus juga mengingatkan kita di dalam 1 Timotius 2:9, “hendaknya perempuan berdandan dengan pantas, dengan sopan, dan sederhana”.
Mantilla dikenakan saat seseorang berjumpa dengan sakramen maha kudus, entah itu melalui perayaan ekaristi atupun adorasi suci. Perjumpaan tersebut terjadi dalam suasana yang agung dan sakral.
 
Mantilla merupakan simbol ketaatan, kemurnian, kesederhanaan, dan penyerahan pada Tuhan. Hal ini harus dihayati dan bukan sekedar untuk dipakai. Pemakaian mantilla diibaratkan sebagai mempelai / pengantin Kristus.
Kerudung misa dapat membuat anda lebih fokus dalam perayaan ekaristi dan melepas sejenak beban duniawi untuk menikmati kasih Tuhan dalam perayaan ekaristi.
Kebiasaan pemakaian mantilla dikalangan gereja sekarang meningkat kembali. Selain indah, mantila juga membuat perayaan ekaristi menjadi lebih khusyuk. Siapa mau menyusul?

Showing all 9 results